Jumat, 11 September 2009

Pantau Ketahanan Pangan lewat Satelit


Random Images

Satelit tidak hanya sekadar memberikan gambaran mengenai permukaan Bumi. Dengan satelit, upaya ketahanan pangan dapat dilakukan.

Gempa tsunami yang terjadi pada akhir 2004 lalu telah meluluhlantakkan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Lewat satelit, daerah yang terkena hantaman tsunami dapat terlihat dengan jelas.

Satelit telah menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dengan kehidupan manusia, salah satu yang menonjol adalah kebutuhan komunikasi.

Telekomunikasi membuat orang yang berada di setiap penjuru dunia dapat menerima informasi dari belahan dunia lain, baik berupa informasi yang berbentuk gambar maupun suara, dalam waktu yang sama maupun berdekatan. Pada perkembangannya, satelit tidak hanya terbatas pada bidang tersebut, satelit dapat memantau bencana alam, gempa bumi, banjir, ataupun kebakaran hutan.

Dan saat ini, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tengah mengembangkan suatu satelit yang sebagai alat untuk menjaga ketahanan pangan. Satelit yang diberi nama Lapan A2 dan Lapan Orari tersebut akan digunakan untuk melihat kondisi pertanian di Indonesia. Dengan satelit tersebut maka akan diketahui siklus tanaman. Salah satu tanaman yang akan menjadi objek pantauan satelit tersebut adalah padi.

Karena tanaman ini identik dengan parameter tanaman untuk menjaga ketahan pangan. Dengan satelit tersebut maka dapat diketahui wilayah yang sedang ditumbuhi padi, wilayah tanaman yang siap panen, ataupun tanah yang belum dilakukan penanaman, terang Toto Marnanto Kadri, Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara, LAPAN.

Perbedaan warna yang ditampilkan satelit yang kemudian diinformasikan kepada stasiun Bumi menandakan suatu kondisi lahan pertanian tersebut. Dengan satelit itu akan diperoleh informasi mengenai jenis tanaman yang cocok untuk di tanaman di suatu areal tertentu. Selain itu, satelit ini nanti dapat gunakan untuk memantau zona laut, seperti tambak udang. Namun, satelit tersebut tidak dapat digunakan untuk memantau sumber daya alam yang ada di laut.

Tidak hanya dalam bidang pertanian, satelit yang rencananya akan diluncurkan pada 2011 dapat digunakan dalam bidang perkebunan. Seperti, untuk melihat luas perkebunan kelapa sawit maupun dalam bidang kehutanan, kata Toto yang menempuh pendidikan dari Jurusan Fisika, Universitas Indonesia.

Lapan A2

Lapan A2 dirancang sebagai satelit surveilans Bumi atau pengamatan dari jauh dengan peralatan elektronik. Fungsi kamera ini tidak beda dengan kamera CCTV. Lapan A2 digunakan untuk memantau lingkungan Bumi. Supaya dapat memberikan informasi berupa gambar, Lapan A2 dilengkapi dengan kamera Kappa HDTV (High Definition Television). Kamera yang terdapat dalam satelit ini akan mengirimkan gambar seperti layaknya gambar yang tersaji dalam layar televisi.

Berbeda dengan satelit buatan Amerika pada umumnya, Lapan A2 yang rencananya akan diluncurkan di India tersebut memiliki berat 68 kilogram. Sementara, satelit buatan Amerika paling tidak memiliki berat 400 kilogram. Sebagai pemantau Bumi, Lapan A2 dibuat dengan resolusi 5,1 meter dengan luas cakupan tangkapan seluas 9,7 kilometer.

Satelit yang dibuat di negara maju umumnya menggunakan radar untuk menentukan posisi, kecepatan, maupun arah dari satelit. Namun, untuk Lapan A2, navigasi yang dilakukan adalah dengan menggunakan GPS (Global Positioning System). Berbeda dengan radar, satelit yang menggunakan navigasi tersebut dapat dipantau dari negara lain. Sementara dengan GPS, pengendali satelit hanya dapat dilakukan oleh stasiun GPS di Bumi dan tidak dapat diketahui oleh negara lain.

Hanya radar memiliki ketepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan GPS. Untuk ukuran orbit satelit, Lapan A2 ditempatkan pada orbit yang tidak terlalu tinggi yaitu pada jarak 650 kilometer dari Bumi. Sedangkan orbit satelit yang tergolong tinggi jika satelit tersebut teletak pada jarak ribuan kilometer. Pada kondisi tersebut, satelit akan lebih tenang dan tidak turun dari posisi orbit.

Lapan Orari

Sementara Lapan Orari adalah satelit lain yang tengah dikerjakan LAPAN. Berbeda dengan Lapan A2, Lapan Orari lebih ditujukan sebagai satelit pencitraan, sebab kamera yang digunakan adalah kamera pencitraan atau imaging camera. Sehingga satelit ini dapat memantau objek yang ada di Bumi secara lebih detail, kata Toto. Selain sebagai satelit yang ditujukan bagi ketahanan pangan, Lapan Orari memiliki fungsi utama yaitu sebagai satelit komunikasi. Aplikasinya, satelit ini digunakan sebagai saluran gelombang elektromagnetik pada amatir radio, baik suara maupun data digital.

Seperti halnya Lapan A2, Lapan Orari diletakkan pada ketinggian orbit 650 kilometer dari Bumi. Satelit yang ditempatkan pada ketinggian tersebut memiliki bobot senilai kurang lebih 70 kilogram. Untuk menunjang perannya sebagai satelit pemantau dan pencitraan, Lapan Orari dilengkapi dengan kamera video yang memiliki resolusi sebesar 200 meter dengan cakupan tangkapan satelit seluas 80 kilometer. Sedangkan resolusi kamera pencitraan yang dapat menangkap objek secara detail sebesar 13 meter dengan cakupan tangkapan satelit sejauh 94,9 kilometer. Seperti halnya Lapan A2, satelit ini menggunakan sistem GPS untuk memantau keberadaan satelit di orbit. Pemantauan sendiri akan dikendalikan melalui stasiun yang ada di Bumi.

Sebagai sistem pencitraan atau imager, satelit ini dilengkapi kamera yang menggunakan filter optik khusus supaya dapat mendeteksi objek yang diamati dengan lebih baik. Pengamatan yang dilakukan satelit ini adalah vegetasi atau daratan dengan menggunakan filter optik pada daerah panjang gelombang red, green, dan near infra red. Sedangkan untuk aplikasi pengamatan laut ditambah dengan filter optik blue. Dengan citra-citra tersebut akan diketahui jenis-jenis tanaman atau vegetasi serta luas areanya sehingga dapat digunakan untuk mengetahui luas areal tanaman pertanian dan fase tanamnya.

Namuan sebagai satelit baru, tentu banyak mesti dilakukan pembenahan. Sehingga data yang diperoleh satelit tidak dengan gamblang digunakan begitu saja. Sebab harus dilakukan pengujian kesesuaian antara data-data satelit dan kondisi di lapangan.

Garis Ekuator

Satelit yang dibuat oleh LAPAN berada di dekat garis ekuator atau garis khatulistiwa. Satelit ini beredar mengelilingi Bumi pada orbit ekuatorial inklinasi (kemiringan sumbu rotasi Bumi terhadap orbit Bumi) sekitar enam sampai delapan derajat. Dengan orbit ekuatorial tersebut, Toto mengatakan, maka satelit dapat menjangkau seluruh Indonesia.

Di samping itu, dengan posisinya tersebut, maka satelit ini hanya dapat digunakan oleh wilayah-wilayah yang dilewati oleh garis ekuator dan hanya dapat diakses melalui stasiun Bumi yang menggunakan saluran GPS. Sebab, saluran navigasi yang digunakan adalah GPS. Tanpa saluran ini, informasi yang ditangkap Lapan A2 dan Lapan Orari tidak dapat diakses. Satelit ini dibuat untuk masa dua tahun, tapi umumnya satelit dapat bertahan sampai umur sepuluh tahun.

Satelit yang dibuat oleh lapan tersebut akan melintasi Indonesia setiap 100 menit sekali atau sekitar 13,7 kali dalam sehari. Saat satelit berada di atas wilayah Indonesia, stasiun Bumi dapat memantau perkembangan informasi yang diperoleh satelit tersebut. Pemantauan terhadap satelit tidak harus dilakukan selama 24 jam. Namun pemantauan dapat dilakukan pada malam hari, jika satelit tersebut melintasi Indonesia pada malam hari , Jelas Toto.

Saat ini, Indonesia memiliki beberapa stasiun bumi di antaranya stasiun Bumi yang dimiliki perusahaan telekomunikasi serta stasiun Bumi yang dimiliki LAPAN, di antaranya yang berada di Rumpin (Bogor), Rancabungur (Bogor), serta Biak (Papua). Adanya stasiun Bumi yang berada di berbagai wilayah tersebut membuat data satelit yang melintasi daerah tersebut akan dapat terekam


source : koran-jakarta.com

INDONESIA MILITARY PRODUCT

PT. Dirgantara Indonesia


NBO 150 - 3

NBO 150 - 2


NBO 150 - 2

NBell-412 4

NBell-412 3

NBell-412 2


NBell-412 1


NAS-332 Super Puma 7

NAS-332 Super Puma 6

NAS-332 Super Puma 5


NAS-332 Super Puma 4


NAS-332 Super Puma 3


NAS-332 Super Puma 2

NAS-332 Super Puma 1





KRI Made in Indonesia


Pesawat CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraf PT.DI)
Super Puma NAS 332 (PT.DI)
CN 235 PT. DIRGANTARA INDONESIA
PT Dirgantara Indonesia Menang Tender US$ 94,5 Juta
Seoul - PT Dirgantara Indonesia (PT. DI) menang dalam tender pengadaan empat pesawat penjaga pantai untuk Korea Selatan senilai US$ 94,5 juta. Direktur Utama PT. DI Budi Santoso dan pemerintah Korea Selatan menandatangani kontrak jual-beli tersebut di Seoul kemarin.

Direktur Aircraft Integration PT. DI Budiwuraskito menjelaskan, setelah melewati serangkaian uji unjuk kerja dan komersial, pesawat NC235-110 keluaran PT. DI berhasil menyisihkan pesaing dari Spanyol, Amerika Serikat, dan Israel.

Pesawat NC235-110, ia memaparkan, memiliki jangkauan jelajah 1.150 mil laut (nautical miles) serta sanggup beroperasi hingga delapan jam dengan membawa delapan orang di dalam kabin yang nyaman. "Spesifikasi teknisnya hanya kalah oleh pesawat EADS-CASA dari Spanyol, yang bisa menjangkau hingga 1.200 mil laut," kata Budi. Dari segi unjuk kerja, NC 235-110 menempati posisi kedua, disusul Amerika Serikat dan Israel.

Sedangkan dari segi komersial, yang mencakup harga dan dukungan suku cadang, Dirgantara juga berada di posisi kedua dalam tender yang dibuka pada November lalu tersebut. "Yang pertama adalah perusahaan dari Amerika Serikat, ketiga Israel, dan yang keempat Spanyol."

Soal teknis pembayaran kontrak pesawat ini, kata Budi, pemerintah Korea Selatan akan memenuhinya secara bertahap sebanyak enam kali dalam jangka waktu 29 bulan. Pada saat penandatanganan kontrak, pemerintah Korea Selatan membuka letter of credit senilai US$ 16,4 juta, atau 17,4 persen nilai jual. PT. DI akan mengirimkan dua pesawat pesanan pada akhir 2010, dan dua lagi pada awal 2011.

Menurut Budi, pemerintah Korea Selatan juga mengisyaratkan niatnya untuk membeli lagi empat pesawat serupa pada tahun anggaran 2010. Tahun ini, selain NC 235-110, PT. DI berhasil menjual dua helikopter dan satu pesawat lainnya.

Sedangkan tahun depan, PT. DI akan menjual empat unit pesawat NC 235-220, dengan spesifikasi yang lebih tinggi dibanding NC 235-110. "Tiga ke Angkatan Laut dan satu untuk Angkatan Udara," ujar Budi. Selain itu, Dirgantara berencana mengikuti tender dua unit pesawat di Kolombia pada Februari mendatang.


C-212 (IPTN)


C-212 (IPTN)


CN-235 (PT.DI)



N250 (IPTN)

Nir Awak Buatan Indonesia


Pelatuk, UAV buatan BPPT

Bangga bercampur haru saat saya ikut technical presentasi yang diberikan PT. Aviator Teknologi Indonesia (PT.ATI) diacara Indo-Defense 2008 lalu. Bagaimana tidak, teknologi yang mestinya sudah kita kuasai 15 tahun lalu kini sudah diwujudkan. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Sebenarnya penelitian dan pengembangan (Litbang) sudah cukup lama dilakukan, yakni dari tahun 2000 yang dirintis pertama kali oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Salah satu perusahaan yang ikut digandeng BPPT adalah PT.ATI.

Hingga kini kerjasama masih terjalin, terutama dalam hal sarana dan prasarananya. Seperti perangkat keras serta system yang digunakan di pesawat nir-awak ini. Prototype pertama PT.ATI pernah diperkenalkan di penghujung tahun 2005, dengan menampilkan pesawat TUAV (Tactical Unmaned Aerial Vehicle) pertamanya. Smart Eagle I.

Hasil Litbang BPPT pun kini sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan telah dibuatnya beberapa prototype PUNA (Pesawat Udara Nir-Awak), sampai dengan sekarang sudah ada 10 unit dengan tiga varian yang dibuat. Yakni varian Pelatuk, Gagak dan Wulung, dengan kelebihan masing-masing.


- PT.DI / IPTN

- PT.PAL

- All Source

Product PT. PINDAD (Kendaraan khusus)

COMBAT VEHICLE

Combat VEHICLE

Special workshop ini melaksanakan repowering RANPUR dengan mesin-mesin baru dan power yang seimbang, serta re-conditioning dari bagian penting, antara lain: steering, hydraulic dan elektrikal system.

FASILITAS
Workshop Special Function Vehicles dilengkapi dengan sarana :

1. Computer design system dengan software-software mutakhir untuk penunjang pembuatan design, engineering maupun ergonomic dan styling serta analisis.

2. Fasilitas manufactur antara lain flame cutting, roll, bending,TIG-WIG Welding serta CNC machines tools.

3. Fasilitas assembling terdiri dari Crane, jig and fixture, tools serta rotary lift.

For military and comercial purpose

Kendaraan Fungsi Khusus


Kendaraan fungsi khusus ini dapat dipergunakan untuk keperluan tempur maupun tugas-tugas kepolisian serta swasta yang memerlukan kendaraan-kendaraan sekuritas tinggi untuk menghindari ancaman secara mendadak.

FASILITAS
Workshop Special Function Vehicles dilengkapi dengan sarana:

1. Computer design system dengan software-software mutakhir untuk penunjang pembuatan design, engineering maupun ergonomic dan styling serta analisis.

2. Fasilitas manufactur antara lain flame cutting, roll, bending,TIG-WIG Welding serta CNC machines tools.

3. Fasilitas assembling terdiri dari Crane, jig and fixture, tools serta rotary lift.

KENDARAAN TAKTIS ARMOURED PERSONAL CARRIER

RANTIS APC

Rantis APC dirancang untung peningkatan prformansi kemampuan tempur prajurit infantri dalam rangka mengejar dan mendekat pada sasaran musuh, hal ini dikenal dalam konsep Mechanized Infsantry.
Panser beroda empat (Four wheeled drive) jenis APC berkapasitas 109 + 3 personil ini mempunyai power ratio25 HP/ton dengan menggunakan mesin diesel 4 silinder. kendaraan ini terbuat dari plat armor yang tahan terhadap tembakan. Untuk menjamin keamanan pasukan, kendaraan ini dilengkapi dengan sistem pendingin ruangan serta 'Safety Equipment'. Panser ini juga menggunakan turet yang dapat berputar 360 derajat dan mounting multiguna yang dapat dipasangkan dengan senjata AGL 40 mm, SMB 12,7 mm dan SMS 7,62 mm, yang dilengkapi dengan peluncur granat perisai (asap) yang dapat juga diisi dengan granat tajam.

Spesifikasi
General
- Configuration 4 x 4
- Max Combat Weight 5.2 ton
- Crew 2 + 10 Men
- Power-to-weight ratio 31.65 Hp/ton
Performance
- Max Speed on Road 100 Km/h
- Gradient 60 %
- Side Slope 30 %
- Turning Radius 9.2 m
- Steering Power Steering
- Ground Clearence 0.350 mm
Electrical System
- Battery 12 Volt-60 x 2 AH
- Alternator Capacity 24 Volt / 35 Amp
Body Plates
- Front,Side & Rear Armored
- Laminated Armored Glass 30 mm
Turret
- Mounting Gun AGL - 40 mm ; SMS 7.62 mm
- Smoke Discharger Cal. 66 mm, Quatity 8
- Elevation Limit + 45'
- Depression Limit 8'
- Traverse (Left or Right) 360'
- Turret Operating Mode Manual
Engine
- Model 4HG1 - 4 Cylinder Diesel, 121 PS @ 3200 rpm
- Max Torque 291 Nm @ 1600 rpm -
Transmission
- 5 Forward, 1 Reverse -
Suspensi
- Front semi-elliptic leaf spring and shock absorbers
- Rear semi-elliptic leaf spring and shock absorbers
Brake System
- Hydraulic Vacumm Assisted Dual Circuit
- Tires Size 9.00 - 20, 14 Ply Rating
Assesories
- Reading Lamp - Winch
- A x e - S c o o p
- Fire Extinguishers - Air Conditioner (Double Blower)


Water canon M1W-40

Water Cannon M1W-40
o Rancangan dasar : Kendaraan Niaga Heavy Duty
o Kapasitas : 4000 liter
o Tekanan : 16 bar
o Perlengkapan : - Kamera & V
- Joy stick pengatur arah penyemprot
- Penyemprot gas air mata
- Air Conditioning
- Option lain sesuai permintaan pelanggan
FASILITAS
Workshop Special Function Vehicles dilengkapi dengan sarana:

1. Computer design system dengan software-software mutakhir untuk penunjang pembuatan design, engineering maupun ergonomic dan styling serta analisis.

2. Fasilitas manufactur antara lain flame cutting, roll, bending,TIG-WIG Welding serta CNC machines tools.

3. Fasilitas assembling terdiri dari Crane, jig and fixture, tools serta rotary lift.

Panser 6x6 Pindad

Panser 6x6 Pindad

Kendaraan tempur pengangkut personil (APC : Armoured personal carrier) dengan sistem penggerak 6 roda simetris, dirancang khusus untuk kebutuhan ALUTSISTA TNI-AD khususnya satuan kavaleri Dirancang dan di produksi oleh anak bangsa khusus untuk TNI, Ukuran dan operasional di sesuaikan dengan bentuk tubuh TNI dan doktrin dan taktik tempur TNI sebagai komitmen pindad dalam pemenuhan seluruh alutsista TNI Panser ini dapat mengangkut 10 personil dengan 3 orang kru, 1 driver 1 commander dan 1 gunner. dilengkapi dengan mounting senjata 12,7 mm yang dapat berputar 360 derajat


Spesifikasi
Power
Max. Torque 650 Nm, 1300 -1600 Rpm
Perbandingan Kompressi 19.5
Transmissi
Model ZF S6 - 680
Tipe Manual
Jumlah percepatan 6 Forward , 1 reverse
Perbandingan gigi 1st 2nd 3rd 4th 5th 6th Reverse
Axle
Model ZF S6 - 680
Jumlah axle 3
Penggerakan Axle Semua bergerak
Axle steer 2 axle , depan dan tengah
Steering Menggunakan sistem Hidrolik
Suspensi Independent suspension menggunakan torsion bar
Rem
Service sistem Disc brake
Parkir Integral to drive line, Spring activated,hydraulically released
Electrical sistem
Accu 24 Volt 85 Ah ( 4 pcs x 12v)
Wheel &Tire 1400 R20 / 18Ply
Velg R20
Kapasitas tangki BBM 160 ltr
Konstruksi bodi
Bodi atas Armoured steel tebal 10 mm
Lantai Mild steel tebal 10 mm
Rangka bodi Besi square tebal 3,5 x 40 x40 mm
Kaca Armoured glass tebal 30 mm
Akses keluar
Pintu komandan dan sopir sistem mekanik torsi bar
Pintu belakang Ramp door sistem hidrolik dan swing mekanik
Man hole 5 unit sistem mekanik torsi bar pada roof bodi
Emergensi door Masing-masing 1 unit pada sisi kiri dan kanan bodi
Armament
Gun mounting 1 unit untuk kaliber 12,7 mm
Granade asap Cal. 60 mm, masing-masing 3 buah pada sisi kanan
Lubang Tembak 4 lubang tembak pada sisi kanan
Turret
Sudut Elevasi -5o ? 45O
Rotari 360o
Senjata 1 x 12,7 mm
Munisi 500 x 12,7 mm
Air conditioner 12 Pk , 3 unit blower
Alat pemadam kebakaran 3 unit , 1 unit to front & 2 unit to back
Alat Pioner 1 buah linggis , 1 buah singkup , 1 buah kapak ,
Perlengkapan
Indikator Baterai ,Tekanan minyak lumas, Temp. air pendingin
Lampu Lampu Tempur ( black out ) 2 bh di depan, 2 bh di belakang
Sabuk pengaman
Socket Radio Komunikasi
Tempat dokumen
Kaca spion kiri , kanan
Rak Munisi
Tool kits 1 set
Performance
Kecepatan maksimum 92 km /hr
Sudut datang 45o
Sudut pergi 45o
Side Slope 35%
Gradient 60%
Vertical Obstacle 0,6 m
Trecnh 1,5 m
OPTION ALKOM
Radio HF
- Daerah frekwensi 2 - 30 Mhz
- Refrensi perangkat HF-90M/INA (komersial tipe 718)
- Daya pancar 100 Watt ( with PA)
- Antenna 3 m with Automatic Antenna Tuner
Radio VHF
- Daerah frekwensi 30 - 88 Mhz
- Refrensi Perangkat PR1077, atau VHF-90M/INA
- Daya pancar 50 Watt ( with PA)
- Antenna 3 m with Automatic Antenna Tuner
Master Communication Control
- Radio I/O Max 2 port (two way audio,PTT/Squels)
- Audio I/O Communication bus ( Multiwire )
- Crew control sig Communication bus
- PS Input 24 VDC dari PSU
- PS ke Crew Communication bus 24 VDC

Kendaraan RPP-M

Kendaraan RPP-M

Spesifikasi
UMUM
Jumlah Kru 10
Konfigurasi 4 x 4
Berat Tempur ? 3,900 Kg
Berat Kosong ? 3,200 Kg
Ukuran
Panjang 4,520 mm
Lebar 1,740 mm
Tinggi 1,920 mm
Wheel base 2,740 mm
Wheel track 1,580 mm

Source : PT. PINDAD

Product PT. PINDAD (Senjata)

MORTIR
Beberapa tipe Mortir

MORTIR KAL,60 mm KOMANDO ( MO-1 )
Mortil Kal 60 mm komando ini di kembangkan khusus untuk kebutuhan pasukan komando atau berbagi operasi yang membutuhkan kecepatan pergerakan dan dalam pertempuran jarak dekat. Karakteristik dari Moritir ini adalah memiliki berat yang minimal, kecepatan penggunaan, tenaga tembak yang besar dan mudah dioperasikan.

MORTIR KAL. 60 MM LR ( MO-2 )
Mortir kal,60 mm LR adalah pesawat mortir yang ringan, mempunyai kemampuan untuk menembak dengan cepat dengan akurasi tinggi, Mortir ini didesain untuk mudah dioperasikan pada berbagai kondisi lapangan dan cuaca. Mortir ini juga didesain untuk mudah dimaintenance. Mortir ini dapat digunakan oleh Infantry, pasukan udara dan bisa di pasang di kendaraan tempur.

MORTIR KAL. 81 MM ( MO-3 )
Mortir kal. 81 mm ini sangat mudah dioperasikan, ringan, dan mudah di bawa ke medan pertempuran serta memiliki kemampuan menembak beruntun yang akurat. Mortir ini dapat digunakan pada berbagai medan, dalam segala cuaca dan sangat tepat bagi pasukan Infantri.

MO-1Specifications
Kaliber 60 mm
Berat senjata maks 6 kg
jarak tembak Maks. 800 m
Elevasi 22 - 89
Panjang total 569 mm
Diameter laras
a,Bagian dalam 60,6-60,9 mm
b.Bagian luar
-Terkecil 65 mm
-Terbesar 75 mm
Pegangan / pnjinjing 26 x 100 mm
Pemutar / picu 60 x 20 mm
Landasan 75x 198 mm
MO-2Specifications
Caliber 60 mm
Overall lenght of barrel 855 mm
Total weight (with baseplate,bipod assembly and sight) 18.0 kg
Barrel + Breech piece 8.0 kg
Bipad 4.5 kg
Baseplate 5.5 kg
sight 1.1 kg
Elevetion provided Traverse without moving the bipod 40-79
At 50 elevation 100 mils
At 70 elevation 140 mils
Rrange
Maximum range 4000 m
Minimum range 200 m
Rate of fire rapid-20 rds per min
MO-3Specifications
Caliber 81 mm
Bore diameter 81,4 mm
Barrel assembly length 1560 mm SB
Bipod assembly length (folded) 960 mm
Bipod assembly Weight-Split barrel 20,9 mm
Bipod assembly weight 14 kg
Base plat weight 12,5 kg
Sight instrument accurancy 1 mil
Sight instrument weight 1,55 kg
Sight instrument case weight 2.9 kg
Max. working pressure (piezo) 1050 kg/cm
Weight of complete mortar 49 kg
Elevation Range (degree) 45-85
Range Max. 6500 m

Pistol (double action)
Pistol double action
Pistol double action buatan Pindad dirancang dengan bentuk yang ergonomic, menggunakan intercept notch dan hammer block yang memungkinkan akurasi tinggi dalam menembak. Menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi untuk menjamin ketepatan dan akurasi, kedua pistol tersebut dapat digunakan baik untuk single maupun double action. Dilengkapi asesoris alat bidik, red dot, laser sight dan tactical light. Tersedia 2 tipe yaitu tipe P2 dengan caliber 9 x 19 mm untuk militer dan tipe P3 dengan caliber 7,65 x 17 mm untuk penegak hukum dan perlindungan pribadi.
Cartridge 7.65 x 17 mm; .32 ACP
Panjang laras 102 mm
panjang keseluruhan 177 mm

P2 - V1
P2 - V2
P2 - V3
P2 - V4
Spesifikasi
P 2
NSN -
Calibre 9 x 19 mm Parabellum
Barrel Length 100 mm
Overall Length 177 mm
Capacity 15 Rounds
Weight 0.8 kg
Sight 3 Dot Fixed
Firing Mode Single, Safe
Locking Intercept Notch & Hammer Block
Finishing Black/Gray
P 3
NSN 1005-45-000-1723
Calibre 7.65 x 17 mm (1.32 ACP)
Barrel Length 100 mm
Overall Length 177 mm
Capacity 12 Rounds
Weight 0.794 kg
Sight 3 Dot fixed
Firing Mode Single, Safe
Locking Intercept Notch & Hammer Block
Forest Guard Gun
Beberapa Jenis PM2

Forest Guard GUN
Senjata khusus untuk polisi hutan, dibuat berdasarkan senjata PM1 yang disesuaikan dengan kebutuhan aparat penegak hukum di lingkungan kehutanan.


Spesifikasi
PM2-V1
Kaliber 9 mm
Berat Tanpa Magasen 2, 90 kg
Berat Dengan Magasen 3, 18 kg
Panjang popor terentang 625 mm
Panjang popor terlipat 417 mm
Tinggi senjata dengan magasen 270 mm
Tinggi senjata tanpa magazen 225 mm
Lebar 70 mm
Panjang laras 195 mm
Alat bidik Ajustable
Sistim kerja Blow back
Isi magasen 20
Sistim tembakan Semi-Automatic,Double
PM2-V2
Kaliber 9 mm
Berat Tanpa Magasen 3, 20 kg
Berat Dengan Magasen 3, 45 kg
Panjang popor terentang 720 mm
Panjang popor terlipat 515 mm
Tinggi senjata dengan magasen 270 mm
Tinggi senjata tanpa magazen 225 mm
Lebar 70 mm
Panjang laras 145 mm
Alat bidik Adjustable
Sistim kerja Blow back
Isi magasen 20
Sistim tembakan Semi-Automatic,Double

SHOTGUN Professional MAGNUM
SHOTGUN Professional MAGNUM
Senjata penegak hukum dengan kecepatan dan ketepatan tinggi


Spesifikasi
Kaliber 12 gauge
Barrel length 560 mm
Weight 2,85 kg
Mechanism Semi Automatic
Senapan Mesin


Senapan Mesin

SPM2-V1 Cal. 7.62 x 51 mm
Senapan mesin sedang SPM2-V1 dengan inovasi disain laras beratur mampu tahan hingga lebih 3575 tembakan tanpa dibersihkan, kehandalan bahan laras EN 26 dengan proses swaging dan bagian dalam dilapisi hard chroom membuat umur pakai lebih lama dari senjata sejenis lainnya. Dilengkapi tripod yang mampu memutar sebaran hingga 64 dan sebaran dalam +7,5 hingga -7,5 dibuat dengan konstruksi yang ringan, mudah dioprasikan.
SPM2-V2 Cal. 7.62 x 51 mm
Senapan mesin ringan SPM2-V2 dengan inovasi disain laras beralur mampu tahan hingga lebih 3600 tembakan tanpa dibersihkan, kehandalan bahan laras EN 26 dengan proses swaging dan bagian dalam dilapisi hard chroom membuat umur pakai lebih lama dari senjata sejenis lainnya.


Spesifikasi
SPM2-V1
Caliber 7.62 x 51 mm
Total length 1070 mm
Barrel length 635 mm
Weight 13 kg
Total weight incl. tripod 31.75 kg
Locking system dropping the locking lever
Trigger pull strength 3 kg
Ammunition MU-2T J
Firing mode automatic
Firing distance 1500 m
SPM2-V2
Kaliber 7.62 x 51 mm
Total length 1275 mm
Barrel length 635 kg
Weight 2.95 kg
Weight with bipod 11.58 kg
Locking system dropping the locking lever
Trigger pull strength 3 kg
Ammunition MU-2T J
Firing mode automatic Effective
Firing distance 1500 m

Senapan Mesin SM3
Senapan Mesin SM3
Senapan mesin ringan SPM3 dengan inovasi disain laras beratur mampu tahan hingga lebih 3600 tembakan tanpa dibersihkan. kehandalan bahan laras EN 16 dengan proses swaging dan bagian dalam dilapisi Hard Chroom membuat umur pakai lebih lama dari senjata sejenis lainya.

Pelontar Geranat
SPG1
SPG1 dirancang khusus dengan tampilan laras lebih pendek, sangat cocok untuk tugas tugas penyamaran. Senapan pelontar Geranat SPG1 kal. 40 mm dengan daya dobrak tinggi untuk sasaran area. rumah mekanik terbuat dari allumunium pilihan dengan proses machining mnjadikan senjata ringa. laras diproses Hard anodaizing untuk menambah kekuatan umur pakai. Cara bongkar pasang yang cukup mudah dan kami sediakan suku cadng dengan jaminan 5 tahun.
Pelontar Granat SPG1 Versi 3



Spesifikasi
Kaliber 40 mm
Panjang Total 289 mm
Panjang Laras 200 mm
Berat Total 1,33 kg
Berat Total termasuk Sabhara-V2 4,68 kg
Berat Total termasuk amunisi 4,93 kg
Kekuatan Penarik Pelatuk 2,30 kg
Amunisi GL 40, Prastice HE, HEDP, ILLUM, Tear Gas
Jenis Tembakan Single
Jarak Tembakan 380 m
Kecepatan Muzzle (Vo): 75 m/sec 75 m/sec
Jenis Senjata Sniper
Beberapa Jenis Senjata Sniper
Jenis SPR diatas di desain khusus untuk penembak runduk, dilengkapi dengan Bipod dan teleskop untuk penembakan yang akurat.


Spesifikasi
Weight 6,82 kg
Mechanism Bolt Action
Magnification 3,5 - 10 X
Sabhara Rifle
Sabhara Rifle
Keberhasilan rancang bangun dengan senjata senjata SS1 telah mendorong para perancang dan insyinyur kami untuk mengembangkan versi-versi senjata untuk fungsi penegakan hukum. Pengembangan ini terutama didasarkan pada persyaratan daya lumpuh yang tepat untuk tujuan-tujuan penegakan hukum. Produk ini tersedia dalam dua versi yaitu SABHARA/POLISI-V1 Dan SABHARA/POLISI-V2

Spesifikasi
kaliber 7.65 x 45 mm
Panjang laras 247 mm
berat 3,38 kg
panjang keseluruhan 790 mm
Mekanisme Gas operated

SENAPAN SERBU MODEL 1 SS-1 Kal. 5,56 x 45 m

Beberapa Jenis Senapan Serbu (SS1)
SS1 adalah senapan serbu kaliber 5,56 x 45 mm dengan laras kisar 7? yang memiliki akurasi tinggi dan handal dengan menggunakan popor lipat sehingga flesibel untuk digunakan sesuai kebutuhan disegala medan. Senjata ini dapat dilengkapi dengan berbagai asesoris, antara lain silencer, telescope, sangkur, berbagai tipe pelontar granat, dan lain-lain. Senapan ini juga telah dikembangkan menjadi berbagai tipe sesuai dengan medan operasinya, yaitu tipe standar, marinized dan raider, baik untuk laras panjang, karaben maupun laras pendek. Tipe Marinized dikembangkan khusus untuk marine condition dan swap condition, sedangkan tipe raider dikembangkan untuk medan tempur khusus.


Spesifikasi
SS1-V1
Panjang Senapan dg popor terentang 997 mm
Panjang Senapan dg popor dilipat 766 mm
Panjang Laras 449 mm
Berat Senapan Tanpa Magasen 4,01 kg
Berat Senapan dg Magasen isi 30 butir 4,37 kg
Alat Bidik pisir angka 250 0 - 300 m
Alat Bidik pisir angka 400 300 - 450 m
Jenis Tembakan Single,3-Round Burst,Full Auto,Safe
Kecepatan Tembak Teoritis 720 - 760 rpm
Munisi MU5-TJ atau SS 109 atau MU5-H
SS1-V2
Panjang Senapan dg popor terentang 890 mm
Panjang Senapan dg popor dilipat 666 mm
Panjang Laras 363 mm
Berat Senapan Tanpa Magasen 3,91 kg
Berat Senapan dg Magasen isi 30 butir 4,27 kg
Alat Bidik pisir angka 250 0 - 300 m
Alat Bidik pisir angka 400 300 - 450 m
Jenis Tembakan Single,Full Auto,Safe
Kecepatan Tembak Teoritis 720 - 760 rpm
Munisi MU5-TJ atau SS 109 atau MU5-H
SS1-V3
Panjang Laras 363 mm
Panjang Senapan dg popor terentang 997 mm
Panjang Senapan dg popor dilipat 766 mm
Panjang Laras 449 mm
Berat Senapan Tanpa Magasen 4,01 kg
Berat Senapan dg Magasen isi 30 butir 4,37 kg
Alat Bidik pisir angka 250 0 - 300 m
Alat Bidik pisir angka 400 300 - 450 m
Jenis Tembakan Single,3-Round Burst,Safe
Munisi MU5-TJ atau SS 109 atau MU5-H
SS1-V5
Panjang Senapan dg popor terentang 770 mm
Panjang Senapan dg popor dilipat 557 mm
Panjang Laras 252 mm
Berat Senapan Tanpa Magasen 3,37 kg
Berat Senapan dg Magasen isi 30 butir 3,73 kg
Alat Bidik pisir angka 250 0 - 100 m
Alat Bidik pisir angka 400 100 - 200 m
Jenis Tembakan Single,Full Auto,Safe
Kecepatan Tembak Teoritis 720 - 760 rpm
Munisi MU5-TJ atau SS 109 atau MU5-H
SS1 Marinized

Beberapa Jenis SS1 Versi Marinized
Dengan proses pelapisan khusus, menjadikan senjata SS1 marinize tahan terhadap air laut/ tidak mudah berkarat. senjata tetap berfungsi setelah terendam lumpur atau pasir, dengan sentuhan warna yang elegan , SS1 marinize tampak lebih jantan . tersedia dalam 3 Varian SS1-M1 Laras panjang popor lipat, SS1-M2 laras pendek popor lipat, dan SS1-M5 komando.

Spesifikasi
SS1 - M1
NSN -
Calibre 5.56 x 45 mm
Barrel Length 449 mm
Overall Length Butt Extended 997 mm
Overall Length Butt Folded 766 mm
Weight With Empty Magazine 4.01 kg
Cyclic Rate of Fire 720 - 760 rpm
Firing Mode Single,3-Rounds Burst,Full Auto,Safe
Sight Mechanical Sight
Max Effective Range 450 m
Finishing Gray / Black

SS1-R5
SS1-R5 Raider
Senapan serbu SS1-R5, tampil lebih ramping dan ringan dengan akurasi tinggi. diperuntukan bagi pasukan khusus seperti penyergapan, penyusupan , kontak jarak dekat dengan medan hutan, gunung rawa, laut maupun perkotaan. SS1-R5 dapat dipasang sangkur dan berbagai jenis teleskop.


Spesifikasi
SS1 - R5
NSN -
Calibre 5.56 x 45 mm
Barrel Length 252 mm
Overall Length Butt Extended 770 ,,
Overall Length Butt Folded 557 mm
Weight With Empty Magazine 3.37 kg
Cyclic Rate of Fire 650 - 700 rpm
Firing Mode Single,Full Auto,Safe
Sight Mechanical Sight
Max Effective Range 375 m
Finishing Gray / Black

Senapan Serbu SS2
Beberapa Versi dari SS2
SS2 adalah senapan serbu generasi baru kaliber 5,56 x 45 mm dengan laras kisar 7?. Ringan, handal dan memiliki akurasi tinggi, dengan menggunakan popor lipat sehingga fleksibel untuk digunakan sesuai kebutuhan. Senjata ini dapat menggunakan mechanical maupun optical sight serta dapat pula dilengkapi dengan berbagai asesoris, antara lain silencer, sangkur, berbagai tipe pelontar granat, dan lain-lain. Senapan ini juga telah dikembangkan menjadi berbagai tipe laras panjang dan laras pendek, baik dengan menggunakan mechanical maupun optical sight, sesuai dengan kebutuhan operasinya.
Specifications
Pindad Code SS2-V1 SS2-V2 SS2-V4
NSN - - -
Calibre 5.56 X 45 mm 5.56 X 45 mm 5.56 X 45 mm
Barrel Length 460 403 460
Overall Length
Butt Extended 990 920 990
But Folded 740 670 740
Weight
With Empty Magazine 3.4 kg 3.2 kg 4.2 kg
Cyclic Rate of Fire 675 - 725 rpm 675 - 725 rpm 675 - 725 rpm
Mode Firing Single, Full Auto, Safe Single, Full Auto, Safe Single, Full Auto, Safe
Sight Mechanical Sight Mechanical Sight Optical Sight
Max Effective Range 500 m 400 m 600 m
Finishing Black / Gray Black / Gray Black / Gray


Source : PT.PINDAD